Cara Memperbaiki Pompa Air yang Konslet

Cara Memperbaiki Pompa Air Yang Konslet
Cara Memperbaiki Pompa Air Yang Konslet

Bagaimana cara memperbaiki pompa air yang konslet? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pompa air merupakan salah satu kondimen penting yang harus terus berjalan setiap harinya. Jika dahulu untuk mendapatkan air kita harus menggunakan timba atau tali maka dengan adanya pompa air kita hanya perlu duduk manis untuk bisa mendapatkan air bersih.

Dengan adanya alat ini juga memungkinkan kita untuk menghemat banyak tenaga karena proses pengambilan air bisa lebih efisien tanpa bantuan alat lainnya. Namun, sayangnya ada beberapa kelemahan yang harus kita hadapi ketika menggunakannya, seperti tagihan listrik yang meningkat, kadang harus dipancing atau bahkan bisa saja mudah rusak.

Ketika rusak, maka kita harus mencari cara untuk mengembalikan pompa air yang bermasalah agar bisa mendapatkan air bersih. Repot banget kan?

Maka dari itu, kita sebagai pemilik harus mengetahui metode yang tepat agar bisa memperbaiki pompa air sehingga berfungsi dengan baik seperti sediakala. Daripada pusing, pada kesempatan kali ini contekan.net akan memberikan informasi penting dan menarik tentang bagaimana cara memperbaiki pompa air yang mengalami konslet atau mati.

Silahkan simak ulasan berikut ini.

Penyebab Pompa Air Konslet

1. Kelebihan Beban (Overload)

Penyebab pertama mengapa pompa air mengalami konsleting adalah terlalu banyak pemakaian dari yang seharusnya. Jika pompa air terlalu banyak digunakan melebihi kapasitasnya atau terjadi kelebihan beban secara tiba-tiba, hal ini dapat menyebabkan konslet atau kerusakan pada pompa.

2. Kualitas Listrik yang Buruk

Selain penggunaan yang berlebihan, kamu juga harus memastikan bahwa tegangan listrik yang ada sudah sesuai dengan spesifikasi penggunaan dari pompa yang kalian gunakan. Jika tidak sesuai, maka fluktuasi tegangan listrik atau gangguan listrik lainnya dapat merusak motor pompa. Ini bisa terjadi jika sistem listrik tidak stabil atau jika ada lonjakan tegangan yang signifikan.

3. Umur Pakai (Wear and Tear)

Setiap peralatan memiliki batas umur pakai, dan pompa air bukan pengecualian. Seiring waktu, komponen internal pompa dapat mengalami keausan dan akhirnya memerlukan perbaikan atau penggantian. Bukan hanya waktu saja yang menjadi masalah, akan tetapi seperti masuknya pasir, kerikil, atau benda-benda asing lainnya ke dalam pompa air dapat merusak impeller dan bagian-bagian lainnya sehingga pompa cepat rusak.

Selain itu, pompa juga bisa mengalami korosi loh. Jika pompa air terpapar air yang korosif atau jika bahan pembuatnya tidak tahan terhadap korosi, komponen pompa dapat mengalami kerusakan. Maka dari itu penting memilih pompa yang baik supaya awet dan tahan lama.

4. Kurangnya Perawatan Rutin

Pompa air memerlukan perawatan yang baik. Jika tidak dilakukan perawatan secara rutin, seperti pembersihan, pengecekan pelumasan, dan perawatan lainnya, maka pompa dapat mengalami kerusakan lebih cepat.

Contohnya, Pompa air membutuhkan pelumasan yang cukup agar komponen-komponennya dapat bergerak dengan lancar. Kurangnya pelumasan atau pelumasan yang tidak tepat dapat menyebabkan gesekan berlebih dan akhirnya merusak pompa. Hal seperti ini wajib banget untuk kamu perhatikan ya sebab pompa merk apa saja tanpa adanya perawatan akan cepat rusak.

Cara Memperbaiki Pompa Air yang Konslet

Setelah kalian mengetahui apa saja yang menyebabkan pompa bisa rusak, Sekarang sudah saatnya kalian bergerak untuk memperbaikinya.

Sebagai panduan, kami berikan beberapa langkah mudah untuk mengatasi masalah pompa yang tidak bisa digunakan.

1. Periksa Bagian Kelistrikan

Hal pertama dan wajib untuk kalian cek pertama kali adalah komponen kelistrikan. Konsleting biasanya terjadi karena adanya komponen listrik yang bermasalah. Kalian bisa cek pada bagian kabel apakah ada yang bocor, sobek dan lain sebagainya atau tidak.

Jika ada, maka segera ganti kabel tersebut atau kalian juga bisa perbaiki dengan membalutnya menggunakan solatip khusus. Selain bagian luar, kalian juga perlu mengecek bagian dalam apakah mengalami hal yang sama atau tidak.

2. Periksa Sumber Daya Listrik  Stabil Atau Tidak

Selanjutnya yang harus kalian lakukan adalah mengecek apakah listrik yang ada sesuai dengan spesifikasi dari pompa airnya atau tidak. Jika sudah sesuai, maka kalian juga harus memperhatikan aliran listrik tersebut stabil atau tidak.

Cara mengeceknya cukup dengan memperhatikan apakah ketika pompa dinyalakan listrik masih stabil dan bisa kita gunakan untuk aktivitas yang lain. Jangan lupa juga untuk periksa stop kontak, kabel, dan saklar listrik. Kadang-kadang, masalah konslet bisa terjadi akibat gangguan listrik atau masalah kabel loh.

3. Periksa Pelumasan

Jika pompa menggunakan sistem pelumasan, pastikan bahwa komponen-komponen yang memerlukan pelumasan sudah dilumasi dengan baik. Pelumas yang kurang atau kering dapat menyebabkan gesekan berlebih dan merusak pompa. Jadi, kalian sebagai pemilik harus memperhatikan proses pelumasan dengan baik dan benar.

4. Periksa Impeller dan Saringan

Impeller merupakan salah satu komponen penting yang berfungsi untuk membangkitkan tekanan dan aliran fluida. Untuk memeriksa apakah impeller ini mengalami kerusakan atau tidak kalian harus membongkat terlebih dahulu lapisan luar dari mesinnya.

Kemudian kalian cari benda yang berbentuk slilider atau kipas. Setelah itu buka tutup pompa dan periksa impeller. Bersihkan impeller dari kerikil, pasir, atau benda asing lainnya yang mungkin menyumbatnya. Periksa juga saringan dan bersihkan jika perlu.

Setelah dibersihkan, coba kembali apakah mesin masih mengalami konsleting listrik atau tidak.

5. Periksa Keausan Komponen

Periksa komponen-komponen utama seperti seal, bearing, dan bagian lainnya untuk melihat apakah ada tanda-tanda keausan atau kerusakan. Komponen ini berguna untuk mengalirkan air dari sumur ke atas sehingga jika terjadi aus atau kerusakan maka bisa saja berpengaruh terhadap konsleting karena komponen ini mengalami kerusakan.

Jika sudah diperiksa dan ternyata terjadi aus pada komponen seal, bearing dan lainnya maka segera ganti komponen tersebut dengan yang baru.

6. Periksa Pengatur Tekanan (Pressure Switch)

Pengatur tekanan berfungsi untuk mengatur tekanan air yang muncul agar tetap sama dan tidak berlebih. Jika pompa menggunakan pressure switch, periksa apakah ada masalah dengan pengatur tekanan. Pastikan pengatur tekanan berfungsi dengan baik.

Jika dirasa rusak, lebih baik ganti saja dengan menggunakan komponen baru sehingga bisa berjalan sesuai dengan fungsinya.

7. Panggil Teknisi Ahli

Jika Kalian tidak yakin atau tidak dapat menemukan sumber masalah, sebaiknya panggil teknisi ahli untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan perbaikan yang diperlukan. Dengan menggunakan teknisi ahli kalian tidak perlu repot untuk mengecek atau memperbaiki pompa yang rusak karena mereka akan langsung tahu dimana letak masalahnya dan segera memperbaikinya.

Masalah pompa yang mati memang sangat meresahkan masyarakat, terutama yang hanya mengandalkan air dari sumur saja. Jika mati, maka kalian tidak akan mendapatkan air bersih. Oleh karena itu, penting sekali untuk memeriksa dan menganalisa apa saja penyebab pompa tidak bisa digunakan.

Demikian pembahasan tentang cara memperbaiki pompa air yang konslet dengan mudah dan cepat. Panduan kali ini kami rangkum dari beberapa sumber yang kemudian kita satukan dan jadilah tulisan lengkap sebagai tambahan informasi untuk kalian semua.